Buah Durian Mengandung Kolesterol? Pakar Gizi dari IPB Membantah Ini

Grobogan, Indonesia - Buah durian sering dijuluki “raja buah” karena aroma khas serta teksturnya yang kaya dan lembut.

Namun, tak sedikit orang yang menghindar dari buah ini karena khawatir akan efeknya terhadap kolesterol.

Apakah kekhawatiran itu beralasan?

Menurut ahli, mitos bahwa durian mengandung kolesterol ternyata tidak benar.

Buah Durian Mengandung Kolesterol Pakar Gizi dari IPB Membantah Ini


1. Penjelasan Ahli: Durian dan Kolesterol

Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS - Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian IPB menyatakan bahwa durian tidak mengandung kolesterol.

Sebab, durian adalah pangan nabati, dan kolesterol hanya terdapat pada pangan hewani.

Meski demikian, durian memiliki kandungan lemak yang relatif lebih tinggi dibandingkan buah-buahan pada umumnya.

Kandungan lemak inilah yang memberikan durian daya energi yang cukup signifikan.


2. Mengapa Timbul Mitos “Durian = Kolesterol”?

Beberapa faktor yang berkontribusi munculnya mitos tersebut antara lain:

  • Kekeliruan pemahaman bahwa “lemak” = “kolesterol”. Padahal lemak dari bahan nabati belum tentu mengandung kolesterol.

  • Durian yang terasa “berat” karena tekstur dan rasa manisnya mungkin membuat orang berasumsi bahwa buah ini “berbahaya” dari sisi kesehatan.

  • Kurangnya klarifikasi dari ahli gizi atau literatur populer yang menyampaikan bahwa kolesterol hanya berasal dari makanan hewani.


3. Manfaat Nutrisi Durian yang Perlu Diketahui

Selain mitos kolesterol-yang diruntuhkan, durian juga mempunyai beberapa keunggulan nutrisi yang patut diperhatikan:

  • Durian mengandung vitamin, mineral, dan serat.

  • Gula alami pada durian memberikan energi cepat, namun tetap harus dikonsumsi dengan porsi yang tepat.

  • Lemak nabati yang ada pada durian bukanlah kolesterol, tetapi tetap perlu kewaspadaan dalam konsumsi bagi sebagian orang.


4. Siapa yang Perlu Berhati-hati?

Meskipun durian terbebas dari kolesterol, bukan berarti konsumsi bebas dari risiko.

Berikut kelompok yang sebaiknya mengatur porsi:

  • Orang dengan kelebihan berat badan (overweight). Karena durian memiliki lemak relatif tinggi dan energi yang cukup besar. Prof Ali mengingatkan agar tidak mengonsumsi durian secara berlebihan bagi mereka yang sudah kelebihan berat badan.

  • Penderita asam urat. Durian mengandung senyawa yang mirip alkohol, dan ini dapat memicu kambuhnya gejala asam urat jika dikonsumsi dalam jumlah besar.


5. Aturan Aman dan Sehat Konsumsi Durian

Untuk mendapatkan manfaat durian dengan risiko minimal, berikut beberapa panduan praktis:

  • Batasi porsi: misalnya sekitar ½ porsi sayur dalam satu waktu makan atau sekitar ⅙ piring makan sebagai panduan dari dr. Luciana Sutanto, MS, Sp.GK.

  • Kombinasikan dengan makanan rendah lemak dan banyak serat untuk mengimbangi efek energi dari durian.

  • Hindari konsumsi berlebihan dalam satu waktu misalnya makan durian dalam jumlah besar kemudian dilanjutkan dengan makanan berat atau berlemak.

  • Jika Anda mempunyai kondisi medis seperti asam urat atau berat badan berlebih, konsultasikan dengan ahlinya sebelum rutin konsumsi durian.

Buah Durian Mengandung Kolesterol Pakar Gizi dari IPB Membantah Ini


Kesimpulan

Mitos bahwa buah durian mengandung kolesterol ternyata keliru karena kolesterol hanya ada dalam pangan hewani, dan durian adalah pangan nabati.

Namun, karena kandungan lemak dan energi buah ini termasuk cukup tinggi, tetap bijak dalam konsumsi sangat dianjurkan.

Dengan porsi yang tepat dan pemilihan waktu konsumsi yang baik, durian dapat dinikmati sebagai bagian dari pola makan sehat.

Soni Browsing: Update Cepat. Berita Cermat.


Tim redaksi,

Soni Browsing

Next Post Previous Post